Artikel Serupa
- Yakub Hendrawan Perangin Angin, Tri Astuti Yeniretnowati, Yonatan Alex Arifianto, Memaknai Pernikahan dalam Membangun Kurikulum Pendidikan Kristiani bagi Pelaksanaan Kursus Pranikah dan Pernikahan , PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan: Vol 10 No 2: Januari 2020
- Eben Munthe, Pandemi Covid-19 dan Dampaknya terhadap Angka Perceraian dan Kelahiran , PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan: Vol 12 No 2 (2022): Januari 2022
- Pieter Anggiat Napitupulu, Signifikansi Mentor dalam Membangkitkan Pemimpin Jemaat , PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan: Vol 11 No 1: Juli 2020
- Jakson Toisuta, Integrasi Nilai-Nilai Kristiani Dan Ilmu Seksologi Tentang Hubungan Seksual Suami Istri Serta Perannya terhadap Keharmonisan Keluarga , PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan: Vol 16 No 1: Juli 2025
- Rapi Gultom, Membangun Keluarga Harmonis melalui Pendampingan Pastoral bagi Pasangan Baru Menikah , PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan: Vol 14 No 1 (2023): Juli 2023
Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- Hendra Setiadi, Makna frasa orang kudus yang telah meninggal bangkit menurut Matius 27:52 bagi orang Kristen masa kini , PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan: Vol 14 No 2: Januari 2024










.png)
