Agama dan kepercayaan di dalam masyarakat majemuk di Indonesia

  • Dwi Prasetyaningsih STAK Anak Bangsa
Kata Kunci: Religion, Beliefs, Diversity, truth

Abstrak

Manusia dan agama adalah satu sama lain yang tidak dipisahkan, karena proses pencarian manusia terhadap Tuhan atau pencipta langit dan bumi adalah melalui ritual dan kemudian menjadi agama yang menjadi label kepercayaan tertentu. Semakin berkembangnya peradaban manusia berkembang dan kompleks pula tata cara hidup manusia, baik budaya, sosial, bahasa dan juga masyarakat. Hal itu berpengaruh pula pada cara manusia mencari Tuhan. Semakin banyak modifikasi dan cara melakukan ritual akhirnya munculah banyak agama-agama dan kepercayaan. Manusia punya pemahaman dan pembenaran sendiri tentang agama atau kepercayaan yang diyakininya. Begitu juga para umat Kristen bagaimana mereka bisa tetap bersikap teguh dan memegang kebenaran di tengah-tengah kebegaraman. Dan semua mengemas agama dan kepercayaan dengan kebaikan dan kebenarannya sendiri.

Referensi

Anna, Dian Nur. Seni Dan Agama Dalam Islam Menurut Sutan Takdir Alisjahbana, 2018.
Ashari, M. Syahid Juli. “‘Teologi Agama-Agama Dalam Pemikiran Paul F. Knitter’ Skripsi Jurusan Perbandingan Agama.” Jakarta, 2010.
Bidayaturrohmah, Afifah. “Perjuangan Identitas Kewarganegaraan Penghayat Marapu Di Sumba, NTT.” SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I 10, no. 1 (February 2023): 79–94. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v10i1.27768.
Budijanto, Bambang. “Spiritualitas Generasi Muda Dan Gereja,” in Dinamika Spiritualitas Generasi Muda Kristen Indonesia. Jakarta: Bilangan Research Center, 2018.
Della, Dian Annisa Rizkyah Wati. “Pengaruh Filsafat Ketuhanan Ronggowarsito Terhadap Kepercayaan Masyarakat Di Jawa.” Journal of Islamic Thought and Philosophy 2, no. 1 (2023): 39–53. https://doi.org/10.15642/jitp.2023.2.1.39-53.
Hutahaean, Hasahatan. “Tantangan Teologi Agama-Agama: Suatu Diskursus Model.” Kurios: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 6, no. 2 (2020): 255–70. https://doi.org/10.30995/kur.v6i2.136.
K, Abdullah. Berbagai Metodologi Dalam Penelitian Pendidikan Dan Manajemen. Gowa: Guna Darma Ilmu, 2018.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1995.
Lasut, Shirley, Johny Hardori, Sadrakh Sugiono, Yada P Gratia, and Channel Eldad. “Membingkai Kemajemukan Melalui Pendidikan Agama Kristen Di Indonesia.” Fidei Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 4, no. 2 (2021): 206–25. https://doi.org/10.34081/fidei.v4i2.273.
Lestar, Melati Dwi, and Fina Rahmawati. “Religiositas Pada Pengikut Paguyuban Ngesti Tunggal.” Academia: Journal of Multidisciplinary Studies 4, no. 1 (2020): 171–84.
Lestari, Puji. Antropologi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Lubis, Dahlia. Aliran Kepercayaan/Kebatinan. Medan: Perdana Publishing, 2019.
Lumintang, Stevri Indra. Teologi Abu-Abu (Pluralisme Iman). Malang: Departemen Literatur YPII, 2002.
Munifah, Siti. “Perilaku Keagamaan Pemuda Muslim Pengikut Paguyuban Ngesti Tunggal Cabang Yogyakarta.” UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2014.
Nadlir, Moh. “Ada 187 Kelompok Penghayat Kepercayaan Yang Terdaftar Di Pemerintah.” Kompas.com, 2017.
Perdana Riski, Fajar. “Strategi Komunikasi Penghayat Kepercayaan Sapta Sarma Dalam Mempertahankan Eksistensi.” Media Bina Ilmiah 17, no. 2 (2022): 281–92.
Rosyidah, Ainun Qisthi. “Politik Kewargaan: Melacak Perjuangan Kelompok Penghayat Kerohanian Di Kota Malang Dalam Mendapatkan Hak Sebagai Warga Negara.” Journal of Politics and Policy 5, no. 1 (2023): 58–70. https://doi.org/10.21776/ub.jppol.2023.005.01.06.
Sahir, Safrida Hafni. Metode Penelitian. Yogjakarta: KBM Indonesia, 2021.
Saputro, Fendi Gatot. “Penghayatan Ketuhanan Menurut Aliran Kebatinan Paguyuban Sumarah.” Jurnal Filsafat 19, no. 2 (2009): 128–45.
Setyobekti, Andreas Budi, Susanna Kathryn, and Suwondho Sumen. “Implementasi Nilai-Nilai Bhineka Tunggal Ika Dalam Membingkai Keberagaman Pejabat Gereja Bethel Indonesia Di DKI Jakarta.” SOTIRIA (Jurnal Theologia Dan Pendidikan Agama Kristen) 4, no. 1 (2021): 1–10.
Sihombing, Lotna Tigor. “Tanggung Jawab Dalam Mewujudkan Karya Kristus Di Sektor Kebudayaan.” Jurnal Amanat Agung 7, no. 2 (2011): 267–88.
Siregar, Gomgom T. P, Rudolf Silaban, and Eri Gustiranda. “Kebangkitan Hak-Hak Sipil Penghayat Kepercayaan Parmalim Pasca Pasal 61 Ayat (1) Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/Puu-Xiv/2016 Di Kota Medan.” Rectum 2, no. 2 (2020): 75–84.
Sofwan, Ridin. Menguak Seluk Beluk Phenomenological Analysis in Qualitative Aliran Kebatinan (Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa). Semarang: CV. Aneka Ilmu, 1999.
Sukirno, Sukirno, and Nur Adhim. “Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi No. 97/PUU-XIV/2016 Pada Masyarakat Adat Karuhun Urang Di Cigugur.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 20, no. 1 (2020): 11–24. https://doi.org/10.30641/dejure.2020.v20.11-24.
Diterbitkan
2024-07-31
Bagian
Articles