Ketika Tuhan mempercayakan anak berkebutuhan khusus: Dinamika psikologis dan spiritualitas orangtua
Abstrak
Kelahiran anak berkebutuhan khusus (ABK) menghadirkan dinamika psikologis dan spiritualitas tersendiri bagi orangtua, mulai dari keterkejutan, penyangkalan, dan rasa bersalah, hingga penerimaan yang menuntut proses adaptasi panjang. Kajian terdahulu umumnya membahas dimensi psikologis dan spiritualitas secara terpisah, sehingga interaksi keduanya, terutama dari perspektif spiritualitas Kristen, belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika psikologis orangtua dalam mengasuh ABK, peran spiritualitas dalam proses adaptasi pengasuhan, serta interaksi antara keduanya dalam membentuk resiliensi orangtua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologis-biblika, yang menggabungkan kajian Alkitab dan literatur psikologi keluarga dengan wawancara mendalam terhadap empat informan orangtua dan pendidik ABK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons psikologis awal berupa syok, penolakan, dan rasa bersalah secara bertahap bertransformasi menjadi penerimaan seiring internalisasi spiritualitas Kristen sebagai bentuk religious coping yang memaknai kehadiran ABK sebagai karunia dan penyertaan Allah. Interaksi antara kesehatan psikologis dan kedewasaan spiritual terbukti membentuk resiliensi orangtua, sekaligus menegaskan urgensi sensitivitas pastoral dan pelayanan gereja yang inklusif bagi keluarga ABK. Temuan ini menjadi dasar pengembangan program pendampingan parenting, konseling Kristen, dan pelayanan pastoral yang lebih responsif terhadap kebutuhan psikologis-spiritual keluarga ABK.Referensi
Azar, M., dan L. K. Badr. “The Adaptation of Mothers of Children with Intellectual Disability in Lebanon.” Journal of Transcultural Nursing 17, no. 4 (2006): 375–380.
Badan Pusat Statistik. Potret Penyandang Disabilitas di Indonesia: Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020. Jakarta: BPS, 2024.
Collins, Gary R. Christian Counseling: A Comprehensive Guide. Nashville: Thomas Nelson, 2007.
Crabb, Larry. Effective Biblical Counseling. Grand Rapids: Zondervan, 2013.
Creswell, John W. Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2019.
Febrianto, Ade Surya, dan Ira Darmawanti. “Studi Kasus Penerimaan Seorang Ayah Terhadap Anak Autis.” Jurnal Psikologi Teori dan Terapan 7, no. 1 (2016): 50–61.
Ghaisani, Dina, dan Wiwin Hendriani. “Dampak Stres pada Orang Tua yang Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus.” Jurnal Education and Development 10, no. 2 (2022).
Helmawati. Pendidikan Keluarga: Teoretis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2016.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. “Penyandang Disabilitas, Termasuk Anak dengan Disabilitas dan Berkebutuhan Khusus.” 2025.
Lestari, Sri. “Peran Psikologis Orangtua dalam Pembentukan Karakter Anak.” Jurnal Psikologi Indonesia 9, no. 2 (2020): 115–120.
Na’imah, Tri, Nur’aeni, dan Dyah Siti Septiningsih. “Orientasi Happiness pada Orangtua yang Memiliki Anak Tunagrahita Ringan.” Jurnal Psikologi 16, no. 1 (2017): 32–39.
Ryff, Carol D., dan Corey L. M. Keyes. “The Structure of Psychological Well-Being Revisited.” Journal of Personality and Social Psychology 69, no. 4 (1995): 719–727.
Sa’diyah. “Gambaran Psychological Wellbeing dan Stres Pengasuhan Ibu dengan Anak Autis.” Malang: Universitas Muhammadiyah Malang, 2021.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.
Yulianti, dan Hasanah. “Spiritualitas dalam Keluarga dan Pengaruhnya terhadap Pola Asuh Anak.” Jurnal Bimbingan Konseling Islam 8, no. 1 (2019): 45–50.
Yusuf, Syamsu. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014.








.png)
