Komitmen, Iman, dan Kasih Setia di Tengah Kepahitan Analisis Deklarasi Kitab Rut 1:16-17
Abstrak
Penelitian ini menganalisis Rut 1:16–17 melalui pendekatan eksegesis biblika dan analisis teologis untuk mengungkap makna deklarasi Rut dalam konteks kehancuran dan keterasingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernyataan Rut bukan sekadar ekspresi emosional, melainkan tindakan iman yang mencerminkan integrasi antara komitmen total, penerimaan karunia Allah, dan praktik kasih setia (hesed). Dalam konteks penderitaan, deklarasi ini menjadi titik awal manifestasi pemeliharaan ilahi yang bekerja secara tersembunyi namun progresif. Temuan ini menegaskan bahwa hesed bukan hanya atribut Allah, tetapi juga paradigma relasional yang harus diwujudkan dalam kehidupan umat percaya. Selain itu, kisah Rut menampilkan dimensi inklusivitas teologis, di mana iman melampaui batas etnis dan sosial. Dengan demikian, deklarasi Rut berfungsi sebagai model spiritualitas yang transformatif dan relevan bagi kehidupan iman masa kini.Referensi
Brueggemann, Walter. Theology of the Old Testament: Testimony, Dispute, Advocacy. Fortress Press, 2012.
Busenitz, Irvin A. “Introduction to the Biblical Covenants: The Noahic Covenant and the Priestly Covenant.” The Master’s Seminary Journal 10, no. 2 (1999): 173–189.
Christopher JH Wright. “Implikasi Pertobatan Dalam Perjanjian Lama Dan Perjanjian Baru” (2004).
Diffey, Daniel S. “Ruth.” Journal of the Evangelical Theological Society 59, no. 1 (2016): 158.
Farmer, Kathleen A Robertson. “The Book of Ruth.” The New Interpreter’s Bible 2 (1998): 889–946.
Fewell, Danna Nolan, and David Miller Gunn. Compromising Redemption: Relating Characters in the Book of Ruth. Wipf and Stock Publishers, 2009.
Henry, Matthew. “Tafsiran Matthew Henry: Kitab Yosua, Hakim-Hakim, Rut.” Momentum (2019).
Hill, Andrew E & Walton John H. Survei Perjanjian Lama. Malang: Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2000.
Hutapea, Rinto Hasiholan. “Nilai Pendidikan Kristiani" Terimalah Satu Akan Yang Lain" Dalam Bingkai Moderasi Beragama.” KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) 8, no. 1 (2022): 58–67.
Lasor, W.S., D.A. Hubbard, and F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2. Edited by Lisda Tirtapraja Gamadhi and Lily W. Tjiputra. Ke-7. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.
Manurung, Kosma. “Mencermati Penggunaan Metode Kualitatif Di Lingkungan Sekolah Tinggi Teologi.” Filadelfia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. 1 (2022).
Mudak, Sherly. “Hesed Dan Attachment Theory Dalam Pastoral Konseling: Integrasi Teologis Dan Psikologis Dari Kitab Rut.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 10, no. 1 (2025): 88–105.
Rusmanto, Ayub, and Mozes Huwae. “Hermeneutik Feminis Terhadap Narasi Kitab Rut 1: 16; Karakter, Perkataan Tindakan Dan Kesetiaan.” SAINT PAUL’S REVIEW 2, no. 2 (2022): 83–98.
Sakenfeld, Katharine Doob. Ruth. Westminster John Knox Press, 2012.
Saxegaard, Kristin Moen. Character Complexity in the Book of Ruth. Vol. 47. Mohr Siebeck, 2010.
Shemesh, Yael. “Directions in Jewish Feminist Bible Study.” Currents in Biblical Research 14, no. 3 (2016): 372–406.
Susanta, Yohanes Krismantyo. “Sikap Yesus Kepada Sang Liyan Dalam Kisah Pengusiran Setan Dari Orang Gerasa Dalam Markus 5 : 1-20.” Jurnal Magenang 2, no. 2 (2021): 93–106.
Tampubolon, Novia Anggelina, Alda Safitri Manalu, and Andar Gunawan Pasaribu. “IMPLEMENTASI MODEL PEMBINAAN WARGA GEREJA MENURUT KITAB RUT DALAM KESETIAAN DAN TANGGUNG JAWAB.” Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 4, no. 1 (2025): 2263–2276.
Utley, Bob. “Tafsiran Bob Utley.” Jakarta: Sabda, 2016.
Wenham, Gordon. “Story as Torah” (2003).
William Dyrness. Tema-Tema Dalam Dalam Teologi Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas, 2013.
Younger, K Lawson. Judges, Ruth: Revised Edition. Zondervan Academic, 2021.
Zaluchu, Sonny Eli. “Metode Penelitian Di Dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan.” Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. 2 (March 25, 2021): 249–266. https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh/article/view/93.








.png)
