Peran dan Tanggung Jawab Gereja dalam Upaya Menangani Degradasi Moral Pemuda di Era Modernisasi dan Globalisasi

  • Eben Munthe Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil (STAPIN) Majalengka

Abstrak

Moral degradation is a decline and moral setback experienced by young people in this era. This is due to the era of modernization and globalization, which is experiencing development at this time, as for the moral degradation experienced by youth, such as free sex, drunkenness, drug abuse, loss of decency values, for example: how to speak words, how to dress, behavior, and so on. From this, the church has a role and responsibility in dealing with the moral degradation experienced by youth. This article aims to provide ways for believers and churches to deal with the moral degradation experienced by youth. This research uses qualitative methods in literature or library research, and library research is carried out by methods, namely through data collection, reading and recording, and processing of research materials. This study concludes that the church must be a role model and apply discipleship such as youth categorical services, cell groups (cell groups), Bible Camp, and follow-up coaching services.   Abstrak Degradasi moral merupakan kemerosotan dan kemunduran moral yang dialami oleh para pemuda pada zaman ini. Hal ini disebabkan oleh adanya era modernisasi dan globalisasi yang mengalami perkembangan pada saat ini. Adapun degradasi moral yang dialami pemuda, seperti: sex bebas, mabuk-mabukkan, penyalahgunakan narkoba, hilangnya nila-nilai kesopanan, misalnya: cara bertutur kata, cara berpakaian, tingkah laku, dan sebagainya. Dari hal tersebut gereja mempunyai peran dan tanggung jawab dalam menangani degradasi moral yang dialami oleh pemuda. Artikel ini bertujuan untuk memberikan cara bagi orang percaya dan gereja dalam menangani degradasi moral yang dialami oleh pemuda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif secara literatur atau penelitian kepustakaan, penelitian kepustakaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan metode yaitu melalui pengumpulan data, membaca dan men-catat serta mengolah bahan penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gereja harus menjadi teladan dan kemudian menerapkan pemuridan seperti pelayanan kategorial kepemu-daan, komsel (kelompok sel), Bible Camp, dan pelayanan pembinaan lanjutan (follow up).  

Referensi

Arifianto, Yonatan Alex. “Kajian Biblikal Tentang Manusia Rohani Dan Manusia Duniawi.” JURNAL TERUNA BHAKTI 3 (2020). 12–24.
Bigman Sirait. Akhir Zaman Dan Degradasi Moral Tablid Reformata. Edisi 149., 2012. 28.
Charles M. Shelton. SJ. Menuju Kedewasaan Kristen. Yogyakarta: Kanisius, 1988. 41.
Daniel Fajar Panuntun and Eunike Paramita. “Hubungan Pembelajaran Alkitab Terhadap Nilai-Nilai (Kelompok Tumbuh Besama Kontekstual).” Gamaliel: Teologi dan praktika 1, no.2 (2009).
Dardjowidjojo, Soenjono. Robohnya Moral Kami, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesi, 2005) Ix. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2005.
Doni Koesoema A. Pendidikan Karakter: Mendidik Anak Di Zaman Global. JAKARTA: Grasindo, 2010. 117.
Fansuri, Hamzah, Hamzah Fansuri, Hamzah Fansuri, Hamzah Fansuri, Hamzah Fansuri, Dosen Fakultas, Ushuluddin Iain, and Raden Intan. “Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Intan Lampung.” TAPIs 7, no. .12 (2011): 1–30.
H. Soekahar. Potret Pendeta Di Tengah Masyarakat Pluralis Modern 0. Malang: gadumas, 2000.
Irwant, Berutu dan Harls E.R. Siahaan. “Menetapkan Kelompok Sel Virtual Di Masa Mendemik Covid-19.” Sotiria Jurnal Teologi dan Pelayanaan Kristiani 3 (2020).
Jahroh, Windi Siti, and Nana Sutarna. “Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Mengatasi Degradasi Moral.” Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pendidikan (2016): 395–402.
KBBI, ed. KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA. 4th ed. JAKARTA: Pt. gramedia, 2008. 1211.
Ma’rufah, Nurbaiti, Hayatul Khairul Rahmat, and I Dewa Ketut Kerta Widana. “Degradasi Moral Sebagai Dampak Kejahatan Siber Pada Generasi Millenial Di Indonesia.” Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 7, no. 1 (2020): 191–201.
Moh. Saifulloh Aziz. Milenium Menuju Masyarakat Madani. SURABAYA: Terbit Terang, 2020. 15.
Nurlatu, Jesly, Marlina Tafonao, Tera Mosin, and David Eko Setiawan. “Upaya Pembinaan Warga Gereja Dalam Mengatasi Degradasi Moral Pada Kaum Muda.” CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 2, no. 2 (2021): 269–282.
Sari, Anggelika Permata, Cahaya Melynia, Harun Ar Rasyid, and Lim Seong Been. “Pendidikan Dan Modernisasi” (2020): 1–11.
Sari, Dwi Novita. “Upaya Preventif Guru Kristen Dalam Menghadapi Dengradasi Moral Anak.” Jurnal Teologi Kristen I (2019). 79.
Sitorus, Theresia Tiodora. “Pembinaan Warga Jemaat.” Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4 No. 2 (2020). 197.%0A270.
sumule, Linus. “Pengembangan Pemuridan Kontekstual Untuk Mengatasi Degradasi Moral Pemuda Di Jemaat Bethel Polongaan Melalui Pembinaan Warga Gereja” (2020).
Sutoyo, Daniel. “Komunitas Kecil Sebagai Tempat Pembelajaran Gaya Hidup Kristen,”.” ANTUSIAS: Jurnal Teologi dan Pelayanan 2 2 (2012).
Sutria, Dewi. “DAMPAK PENGARUH GLOBALISASI BAGI KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA.” Jurnal Pesona Dasar 7, no. 2 (2019): 1–9.
Yuliati and KeziaYemima. “Model Pemuridan Konseling Bagi Alumnus Perguruan Tinggi Lulusan Baru (Fresh Graduate) Yang Mengingkari Panggilan Pelayanan).” Gamaliel: Teologi dan Praktika 1, no 1 (2019).
Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. JAKARTA: Yayasan Obor Indonesia, 2008. 25.
Diterbitkan
2023-02-11
Bagian
Articles