Makna Pernikahan, Perceraian dan Pernikahan Kembali Menurut Matius 19: 1-12 Bagi Orang Percaya Masa Kini
Abstrak
Pernikahan dalam Agama Kristen merupakan hal yang sakral dan kudus sebab Allah sendiri yang menciptakan manusia dan menjadikan satu daging dalam sebuah pernikahan, Allah menghendaki adalah pernikahan yang sifatnya monogami sebagai gambaran Monotheisme. Perceraian dalam Agama Kristen tidak dizinkan dengan alasan apapun kecuali maut yang memisahkan sebab apa yang telah disatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia dan Allah membenci perceraian. Pernikahan kembali merupakan hal yang lazim bagi masyarakat dunia yang mengalami kegagalan dalam rumah tangga dan ingin membangun kembali keluarga namun bagaimana dengan orang Kristen apakah mengizinkan adanya pernikahan kembali. Penulis dalam menulis artikel ini memakai jenis metode penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif yaitu memakai sumber-sumber berdasarkan penelitian keperpustakaan dalam Bahasa Inggris disebut library research yang menggunak sumber-sumber seperti artikel-artikel dan buku-buku sebagai sumber referensi dalam penulisan artikel agar dapat memperoleh hasil secara objektif. Dan melakukan juga penelitian secara metode ilmiah yaitu seperti berpikir secara empirisl dan rasional atau masuk akal juga melakukan penelitian secara sistematis. Kesimpulam bahwa pernikahan merupakan hal yang sakral dan kudus juga Alla sendiri yang menyatukan mereka sehingga tidak boleh bercerai dengan alasan apaun kecuali maut yang memisahkan dan pernikahan kembali hanya dapat dilakukan oleh yang dicerai mati.Referensi
Amos Winarno. “Kau Bukan Seperti Yang Dulu Lagi Sebuah Refleksi Teologis - Etis Perceraian.” SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika, 2020.
Armansyah Martondang. “Faktor-Faktor Yang Mengakibatkan Perceraian Dalam Perkawinan.” Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik 2, no. 2 (2014): 143.
David J. Macleod. “The Divine Blueprint for Marriage.” The Emmaus Journal 15, no. 158 (2006).
Donald Guthrie and Harun Hadiwijono. ..Tafsiran Alkitab Masa Kini 3 (Matius-Wahyu). Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2004.
Gunawan, Chandra. “Etika Paulus Tentang Perceraian: Studi I Korintus 7:10-16.” Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 14, no. 1 (2013): 85–106. https://doi.org/10.36421/veritas.v14i1.272.
“Https://Www.Beautynesia.Id/Life/Selain-Indonesia-5-Daftar-Negara-Ini-Alami-Penurunan-Angka-Pernikahan-Simak-Penyebabnya/b-287760/7,” n.d.
“Https://Www.Pinterpandai.Com/Monogami-Poligami-Poligini-Poliandri/#google_vignette,” n.d.
Kemala, F. “Memahami LGBT, Istilah Yang Mencakup Berbagai Orientasi Seksual Dan Gender. Hello Sehat,” 2022.
Masyarakat, D A N, Kehidupan Sosial, D A N Masyarakat, Oleh Meti, D W I Rahayu, Tentang Buku, Kehidupan Sosial, et al. “Perceraian Di Indonesia Dan Dampaknya Bagi Kehidupan Sosial,” no. January (2021): 0–20.
Nasiona, Departemen Pendidikan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2013.
Norman Geisler. Etika Kristen: Pilihan Dan Isu Kontemporer. Malang: SAAT, 2010.
PGI, M. P. H. “Pernyataan Pastoral PGI Tentang LGBT. Berita PGI.,” 2016.
Putra, Adi, Marta Novianti Zebua, Nehemia Nome, and Yane Henderina Keluanan. “Tinjauan Teologis Terhadap Fenomena LGBT Bagi Gereja Dan Masyarakat Masa Kini.” Jurnal Kala Nea 4, no. 1 (2023): 51–64. https://doi.org/10.61295/kalanea.v4i1.129.
Robert P. Borong. Etika Seksual Kontenporer. Bandung. Ink Media, 2006.
Sastro Soedirdjo. Menggali Isi Alkitab 3 Matius s/d Kisah Para Rasul. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1988.
Seri Antonius. “Pernikahan Kristen Dalam Perspektif Firman Tuhan.” Jurnal Pionir LPPM Universitas Asahan 6, no. 2 (2020): 229–38.
Setiadi, Hendra. “Makna Frasa Orang Kudus Yang Telah Meninggal Bangkit Menurut Matius 27 : 52 Bagi Orang Kristen Masa Kini.” Pneumatikos Jurnal Teologi Kependetaan 14, no. 2 (2024): 145–57.
Simango, Daniel. “The Imago Dei (Gen 1:26-27): A History of Interpretation From Philo To the Present.” Studia Historiae Ecclesiasticae 42, no. 1 (2016): 172–90. https://doi.org/10.25159/2412-4265/1065.
Sugiarto, Yanto. “Prinsip Alkitab Mengenai Pernikahan, Perceraian Dan Pernikahan Kembali.” Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, Dan Pendidikan 6, no. 1 (2022): 40–48. https://doi.org/10.51730/ed.v6i1.72.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.
William Barclay. Pemahaman Alkitab Setiap Hari Injil Matus Pasal 1-10. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.
Yahyo Yahyo. “Konsep Pernikahan Dalam Alkitab.” Coram Mundo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. 1 (2022): 28–34. https://doi.org/10.55606/corammundo.v4i1.54.








.png)
