Merespon Retorika Populisme: Analisis Naratif Pemberontakan Bilangan 16 dalam Perspektif Manajemen Konflik
Abstrak
Artikel ini menganalisis respons kepemimpinan Musa terhadap retorika populisme dalam Bilangan 16 serta relevansinya bagi manajemen konflik dalam kepemimpinan gerja kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis naratif terhadap Bilangan 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberontakan Korah merupakan kontestasi retoris yang memanfaatkan narasi kesetaraan dan tuduhan penyalahgunaan otoritas untuk memengaruhi persepsi umat. Dalam merespons situasi tersebut, Musa memperlihatkan pola kepemimpinan yang ditandai oleh pengendalian diri dan penggunaan prosedur yang adil, keberanian mengklarifikasi tuduhan atas integritasnya, dan mengutamakan keselamatan komunitas di tengah krisis kepercayaan. Temuan ini menunjukkan bahwa legitimasi kepemimpinan dibangun bukan melalui dominasi atau popularitas, melainkan melalui kesetiaan menjalankan tanggung jawab demi kesejahteraan komunitas.Referensi
Basri, Yesi Mutia. “Mediasi konflik peran dan keadilan prosedural dalam hubungan pengukuran kinerja dengan kinerja manajerial.” Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia 10, no. 2 (2013): 225–42.
Blau, Yitzchak. “Literary Art and Psychological Insight inthe Korah Episode.” Jewish Bible Quarterly 49, no. 1 (2021).
Brant Lee Doty. The book of numbers. College Press, 1973.
Budiman, Bachtiar Nur, dan Universitas Jember. “Populisme di Indonesia Sebagai Ancaman Polarisasi Masyarakat.” Pancasila: Jurnal Keindonesiaan 01, no. 02 (2021): 235–46.
Eluke, Patrick. “American Journal of Social and Moses ’ Exemplary Leadership ( Exodus 32 : 30-33 ): A Model for Leadership In Contemporary Nigeria” 5, no. 11 (2024): 438–46.
Fitria, Gitta Dhea Anis, dan Yuniseffendri. “Retorika Persuasif dalam Caption Postingan Akun Instagram Resmi Presiden Joko Widodo.” Bapala: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 8, no. 05 (2021): 175–86.
Gray, George Buchanan. A Critical and Exegetical Commentary on Numbers. Edinburg: T&T Clark, 1903.
Green, Joel B. “Narrative Criticism.” In Methods for Luke, 74–112. Cambridge University Press, 2010. https://doi.org/https://doi.org/10.1017/CBO9780511845048.004.
Haboddin, Muhtar, Program Studi, dan Ilmu Pemerintahan. “Populisme sebagai Bentuk Politik Pertahanan Pemimpin Lokal.” JPW (Jurnal Politik Walisongo) 1, no. 1 (2019): 21–28. https://doi.org/10.21580/jpw.2019.1.1.2335.
Jurnal, Scripta, dan Pelayanan Kontekstual. “Karakter Kepemimpinan Musa Inspirasi Setiap Pemimpin.” SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual 12, no. 2 (2021): 123–36. http://ejournal.stte.ac.id.
Laito, Okriana, Abdon Arnolus Amtiran, dan Marcelius Lumintang. “Triad Kepemimpinan Musa : Gaya Kepemimpinan Pelayan , Self- Leadership , Transformatif-Eskatologis dalam Pembentukan Karakter Ilahi Israel Purba.” Jurnal Pragati: Jurnal Ilmiah Mahasiswa 01, no. 01 (2025): 18–35.
Laoli, Setiaman. “Konsep Ketaatan berdasarkan Bilangan 21 : 4-9 dan Implikasinya bagi Hidup Orang Percaya.” YADA (Jurnal Teologi Biblika & Reformasi 1, no. September (2023): 41–56.
Levine, Baruch A. NUMBERS I-XX- Commentaries. New York: THe Anchor Bible Doubleday, 1964.
Magonet, Jonathan. “The Korah Rebellion.” Journal for the Study of the Old Testament 7, no. 24 (1982): 3–25. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/030908928200702401.
Nugroho, Eko. Oposisi dalam Gereja: Kritik Profetis atau Pemberontakan Terselubung. Jombang: CV. Geanarch Media Teknik, 2026.
Putra, Aditya. “Model Komunikasi Politik Populis: Sebab, Bentuk, dan Efeknya.” Jurnal Al-Bayan 24, no. 1 (2018): 145–63.
Putri, Penny Kurnia. “Manajemen Konflik dan Resolusi Konflik : Sebuah Pendekatan Terhadap Perdamaian.” Papua Juornal of Diplomacy and Intenational Relations 2, no. 1 (2022): 16–34. https://doi.org/10.31957/pjdir.v2i1.1945.
Regt, Lenart J. de, dan Ernst R. Wendland. Pedoman Penafsiran Alkitab: Kitab Bilangan. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dan Yayasan Kartidaya, 2020.
Sahlan, Muhammad, dan Muhammad Yunus Ahmad. “Memahami Fenomena Populisme di Abad ke-21 Understanding the Phenomenon of Populism in the 21st Century.” Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) 4 (2023): 119–39. https://doi.org/10.22373/jsai.v4i1.2691.
Setiadarma, Ferijanto. “Resolusi Konflik dalam Kepemimpinan Kristen: Studi Resolusi Konflik dalam Kepemimpinan Musa.” TRACK: Jurnal Kepemimpinan Kristen, Teologi, dan Intrepreneurship 01, no. 02 (2022): 99–118. https://doi.org/https://doi.org/10.61660/tep.v1i2.25.
Simanjuntak, Linda Zenita, Nehemia Nome, dan Reni Marlince Adang. “Belajar dari Kepemimpinan Musa dalam Kontras Otoritas Ilahi dan Pemberontakan Manusia.” JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) 9, no. 3 (2026): 3056–65. http://jiip.stkipyyapisdompu.ac.id.
Wardana, Adi Kusuma, Muhammad Fajrur Rizki Aulia, dan Yayat Suharjat. “Manajemen Konflik.” NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan 5, no. 1 (2024): 95–102. https://doi.org/https://doi.org/10.55681/nusra.v5i1.1856.
Wendland, Ernst. “Where Was Korah Killed And What Difference Does It Make? A Brief Structural-Thematic Analysis of Number 16:1-40.” Journal for Semitics 25, no. 1 (2016): 99–126.
Winata, Evans, dan Yonas PAP. “TRUTH WITHOUT RUPTURE : A THEOLOGICAL-RELATIONAL MODEL FOR CONFLICT RESOLUTION IN FAITH COMMUNITIES.” Jurnal Penelitian Progresif 5, no. 2 (2026): 123–35. http://jurnal.naskahaceh.co.id/index.php/jpp.








.png)
